Selasa, 18 Desember 2018

Resensi Film: Runpee (Senior)

Hasil gambar untuk senior runpee

Film horror ini sudah ada sejak 2015. Iya, maaf gue telat buet resensi novelnya. Kenapa gue bisa terpikirkan buat bikin review film ini, karena diantara film horror yang gue suka adalah ini. Runpee (Senior) adalah film horror buatan Thailand yang mencampuradukkan Cinta, Horror dan Misteri. Yaaa, kadang kan kita lihat di drama korea kan banyak ya, tapi ini menurut gue yang paling the best. Thailand juga terkenal sama film horror-nya lho! Jangan lupa nonton! Dijamin nggak nyesel!
Hasil gambar untuk senior runpee


Judul: Senior (Thailand: Runpee)
Sutradara: Wisit Sasanatieng
Pemain: Jannine Wiegel, Phongsakon Tosuwan, Sa-ad Piampongsan
Produksi: M-39
Genre: Drama/Horor
Durasi: 111 menit

Resensi
Film Senior berkisah tentang sepasang remaja dari dua dunia yang berbeda bekerjasama untuk mengungkap pembunuhan yang terjadi 50 tahun yang lalu. Salah satu dari mereka bernama Adhiti (dengan nama panggilan Mon; singkatan dari Doraemon). Mon memiliki bakat rahasia yang terpendam. Ia dapat mencium kehadiran arwah orang yang telah meninggal di sekitarnya.

Satu detektif lagi adalah hantu. Ia adalah arwah dari kakak kelas (sehingga dipanggil dengan sebutan Senior) yang telah meninggal beberapa tahun sebelumnya. Tidak ada yang pernah melihatnya, termasuk Mon. Tapi ini bukan suatu hal yang buruk.

Melalui keadaan yang tidak terduga, Mon dan Senior bekerjasama untuk mengungkap pembunuhan yang terjadi 50 tahun yang lalu di sebuah istana yang kini telah diubah menjadi sebuah sekolah Biarawati. Yang menjadi korban pembunuhan adalah Putri Bhannawadee. Sang Putri dibunuh secara brutal di istananya sendiri, dan seorang tukang kebun menjadi tersangka utamanya.

Si tukang kebun dinyatakan bersalah dan dihukum mati dengan cara ditembak. Namun, hingga ajal menjemputnya, ia berkeras tidak melakukan pembunuhan itu. Menuntut keadilan, arwah dari Si Tukang Kebun menghantui Gedung Bhawanawadee (yang saat ini telah menjadi sekolah).

Mon dan Senior berupaya menginvestigasi mencari siapa pembunuh yang sebenarnya. Mereka mencari bukti dan juga mencari saksi mata yang masih hidup. Dalam perjalanannya, mereka diganggu oleh kehadiran arwah lain yang tidak ingin kasus ini terungkap. Di saat yang bersamaan, Mon harus mengetahui identitas sebenarnya dari rekannya (Senior).

Review
Menyaksikan film Senior, penonton ibarat membeli es krim tiga rasa: vanila, cokelat, dan stroberi. Vanila mewakili genre horor, cokelat untuk melukiskan unsur misteri di dalamnya, sementara stroberi melekat pada kisah cinta para tokohnya. Ya, Senior memang menawarkan sensasi menonton yang cukup berwarna.

Ketiga “rasa” itu pun berhasil disajikan dalam porsi yang pas. Dari sisi horor, penonton akan sering dikejutkan dengan kemunculan sejumlah hantu yang cukup menyeramkan. Unsur misteri pun terasa kental karena di sepanjang film, Mon dan Senior berusaha mengumpulkan dan menyusun teka-teki kejadian yang terjadi puluhan tahun lalu.

Sementara itu, kisah cinta antara Mon dan Senior juga menjadi menu yang tak kalah menggiurkan. Apalagi mereka berasal dari dua dunia yang berbeda. Ada beberapa momen menarik dari hubungan keduanya. Misalnya ketika mereka sedang berjalan-jalan di tempat umum, yang membuat Mon sering dianggap gila karena dikira berbicara sendiri.

Efek visual juga menjadi salah satu daya tarik utama film ini. Misalnya pada beberapa scene yang memadukan situasi di tempat yang sama antara 50 tahun yang lalu dengan keadaan saat ini. Selain itu, beberapa hantu juga dimunculkan dengan efek yang lumayan dramatis ala film-film Hollywood.

Gambar terkait

Hasil gambar untuk senior runpee

Gambar terkait

Gambar terkait

Ini dia filmnyaa!!

Thanks,berikan komentar tentang film ini ya
https://www.bintang.com

2 komentar:

  1. Keihatannya seru juga ya ka, jd pengen nonton tp takut :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahah, aku rekomendasiin film ini, yang asalnya takut, biar jadi gak takut gara-gara ada romantisnya :)

      Hapus