Selasa, 11 Desember 2018

Resensi Novel Different (Ima T. Lestari)

Hasil gambar untuk novel different ima t
Hai readers, kalian suka baca novel kan? Kali ini, gue mau rekomendasiin novel ini. Bukan novel keluaran terbaru sih, tapi novel ini mengajarkan kita banyak hikmah di setiap perbedaan agama, ras, suku dan lain-lain. Aku udah khatam novel ini, gengs. Punya temenku ding :v makanya aku pinjem.
Tokoh
    Jadi, di novel ini ada 3 tokoh utama. Dan ketiganya menjadi sudut pandang di novel ini secara bergantian. Ada satu cewek namanya tuh Noura Salsabilla, dia dibesarkan di Bali yang minoritas agama Islam, sedangkan dia adalah anak orang yang keturunan Jawa dan beragama Islam. Otomatis Noura juga agama Islam dong. Tapi Noura itu belum bisa terbiasa mengenakan jilbab dalam kehidupan sehari-hari. Sampai suatu hari dia ingin memakai jilbab dan mulai mengenakannya ketika kuliah. Dia sebenarnya takut akan mendapat caci maki atau sindiran dari teman-teman perkuliahannya yang rata-rata beragama Hindhu. Namun, dia salah besar. Teman-teman kuliahnya sangat menghormati Noura. Begitu pula dengan dosennya Noura, kalau Noura mau izin sholat, dibolehkan. Akan tetapi Noura agak kesulitan mencari tempat sholat, terpaksa dia sholat di gudang kampus.

      Noura adalah gadis yang hiperaktif. Diantara kedua temannya, Gugun dan Alika, dia yang paling cerewet. Setelah menggunakan hijab, ada temannya yang mengatakan "Habis pakai jilbab, nggak kebanyakan polah," kadang gitu bikin Noura malu. Dia kuliah di jurusan arsitektur dan berusaha untuk membahagiakan ayahnya. Ayah Noura meminta Noura kerja di perusahaan bangunan dan menjadi arsiteknya. Tapi, itu membuat Noura bosan, karena sebenarnya, Noura lebih suka menulis. Dia jadi terpaksa melakukan hal itu dan bikin dia stress. Akhirnya, setelah curcol dengan Gugun dan Alika, Noura berani mengutarakan apa yang dia inginkan  kepada Ayahnya kalau dia ingin menjadi penulis, bukan arsitek. Akhirnya ayah Noura memaklumi, karena kebahagiaan ayah Noura, terletak pada kebahagiaan Noura juga.

       Beralih pada tokoh kedua, yakni Gugun. Aku lupa deh nama lengkapnya si Gugun. Gugun ini orang keturunan Cina,yang menetap di Bali. Gugun agak kurus, matanya sipit banget dan orang tuanya adalah pedagang sembako yang sukses. Gugun adalah teman Noura sejak kecil. Berbeda dengan Noura, Gugun agak kalem tapi lebih kebawa perasaan. Gugun suka sama cewek sejak TK namanya Saras. Menurut Gugun, hanya Saras yang ada di hatinya sampai mati nanti. Tapi, sampai kuliah pun, Gugun tak punya keberanian untuk menyatakan perasaannya pada Saras. Hal ini membuat Noura dan Alika geram sendiri. Kata Noura, "Ih, Gugun mah, cupu banget! Kenapa sih nggak bilang langsung ke Saras? Takut ditolak?", dan jawaban Gugun "Ya, aku takut ditolak,".

      Gugun beragama Konghucu yang taat. Sedangkan Saras beragama Hindu. Karena perasaan cintanya kepada Saras yang kalang kabut, akhirnya dia menantang Noura, supaya Noura bisa menyelesaikan masalah (tentang pekerjaan Noura) pada ayahnya, sedangan Gugun menyelesaikan kisah cintanya dengan Saras, supaya Gugun lega. Melalui via telepon, akhirnya Gugun berani. Dan Saras memaklumi cintanya Gugun, ehm, memaklumi, tapi enggak diterima karena Saras udah punya pacar.

        Terakhir Alika, dia beragama Hindu sampai dia kuliah. Orangtuanya mempunyai agama yang berbeda. Ibunya Kristes Protestan dan Ayahnya Hindu. Alika pindahan dari Kalimantan. Karena ada tragedi bom di Bali, ketika dia kuliah, dia pindah agama ke Kristen seperti Ibunya. Alika adalah anak yang kalem juga. Karena dia pindah agama, beberapa keluarga kerabat Ayahnya yang Hindu mulai mempergunjingkan Alika sampai Alika merasa tidak nyaman. Tapi Alika yakin, pilihannya untuk pindah agama itu benar.

Mmm... udah jam 11 malem nih, heheheh.. segini dulu ya definisi novelnya.
Jangan lupa membaca :)

3 komentar: