Selasa, 05 Juni 2018

Resensi Novel : Assalamu'alaikum Calon Imam

Cover Novel
Hai para sahabat-sahabat pecinta novel. Aku sendiri suka banget baca novel kalau lagu nggak ada kerjaan di pondok. Nah, novel Assalamualaikum Calon Imam ini menjadi novel yang paling banyak digemari oleh santri pondok pesantrenku. Bikin baper, terus kalau baca juga enggak jadiin kita bosen. Kadang nangis sendiri -_-, kadang senyam-senyum sendiri, atau ngumpat-ngumpat gaje (haha). Jadi ini adalah resensi yang aku kutip sendiri ya. Jangan lupa beli loh!



    Bulan-bulan Ramadhan kayak gini, lebih baik membaca bacaan yang bisa bikin kita belajar dari bacaan tersebut. Salah satunya, ini, nih. Novel Remaja yang berada di Wattpad yang sudah mencapai 3 juta kali orang yang membacanya. Waw! Habis itu, penulis novel ini enggak aku sangka masih muda. Ya, sekitar anak SMA gitu, deh. Tapi mungkin sekarang udah kuliah. Namanya Ima Madaniyah. Cewek kelahiran 24 Desember 1998 ini berhasil membuat beberapa muslimah remajadi Indonesia baper gara-gara novel ini.

    Setelah novel ini melejit, perjalanan novel ini tidak berhenti sampai disini saja. Tetapi, novel ACI ini sudah ditayangkan di bioskop kesayangan kalian. Yeah, keren bukan? Nonton film ini sama calon imam, eitsss.. bukan pacar loh! Dalam Islam kita dilarang berpacaran, guys. Jadi kalian jangan lupa nonton film ini, meskipun saya juga belum nonton, hehehe. Ini ada trailer-nya. Ada perbedaan  ya, menurut Wattpad dan menurut trailer film-nya sendiri.
<trailer Wattpad>

trailer film

    Oke, jadi novel ini menceritakan Nafisya Kaila Akbar atau akrab disapa Fisya itu berusaha mencari calon imamnya. Disini, Fisya menyukai sahabatnya bernama Jidan. Namun Jidan itu menyukai kakaknya Fisya, yakni Salsya Sabila Akbar. Namun hati Jidan masih ragu-ragi untuk menikahi Salsya, sebab sebagian hatinya yang lain ada untuk Fisya. Jedag jedug seerrrr....

    Pertemuan awal Fisya dengan Pak Alif itu tidak sengaja akibat kecelakaan di jalan. Karena Fisya seorang mahasiswi juruan farmasi atau apalah itu, jadi dia segera menolong. Salah satunya seorang anak bernama Irsyad. Ia menyetop mobil Pak Alif, tapi dia belum tau kalau itu Pak Alif. Sedangkan karena perjalan menuju rumah sakit waktu itu buru-buru, tanpa sengaja bahu Pak Alif lecet terkena sandaran kursi. Fisya segera mengobati bahu pak Alif dengan hand sock-nya di rumah sakit. Hp Fisya ketinggalkan di mobil. 

     Mereka dipertemukan secara tidak sengaja, ternyata Pak Alif itu seorang dokter, profesor , dosen, dan atau mungkin tukang ramal? (karena dia pernah meramal tangan Fisya yang gemeteran). Pak Alif adalah dosen Fisya sendiri. Fisya berkali-kali kena detensi dari Pak Alif. Pak Alif tahu kalau Fisya menyukai Jidan, dia tau dari memo yang ada di HP Fisya yang iseng dia baca.

      Beberapa setelah kejadian itu, bersamaan dengan acara keluarga, Pak Alif datang bersama Kahfa, kakak ipar Fisya dari kak Naila (kakak pertama). Pak Alif datang untuk mengkhitbah Fisya. Fisya belum bisa menerima jawaban. Fisya memberikan jawaban paling lambat adalah lusa saat sore. Fisya awalnya membenci Abi-nya. Karena Abi-nya menceraikan Umi sehingga Abi menikah dengan Bu Mia. Tapi, Fisya salah faham. Ternyata, Abi menikah dan Bu Mia karena permintaan Umi sendiri. Bu Mia saat itu mengandung anak kembar, dan suaminya Bu Mia itu meninggal. Jadi Umi minta Abi menikahi Bu Mia. Sejak saat itu Fisya kembali menyayangi Abinya, Husein Akbar.

      Abinya diam-diam mempunyai penyakit gagal ginjal. Hal itu, tidak ada yang tau kecuali Fisya sendiri. Fisya senantiasa menemani Abi di rumah sakit pusat. Abi berpesan kepada Nafisya "Abi pengen banget menjabat tangan suami kamu,". Fisya dengan keadaan ini cukup terdesak. Dan Abi dalam keadaan kritis. Saat itu, Kahfa dan Pak Alif adalah dokter yang menangani Abi. Untuk memenuhi permintaan Abi, Fisya akhirnya menerima lamaran Pak Alif.

     Pernikahan terjadi, dengan Kahfa, Huda menjadi saksi. Abi jadi wali, dengan mahar dari Pak Alif adalah hafalan surah Ar-Rahman. Detik itu juga, Abi meninggal dunia. 

     Setelah pernikahan Pak Alif selalu membimbing Fisya menjadi istri yang baik. Membantu Fisya menyelesaikan skripsi, tentang keluarga Azzam yang kejam terhadap Pak Alif. Siapa yang tau kalau Pak Alif dulu tidak pernah percaya kepada Tuhan. Tapi, setelah kekejaman itu, ia kembali bangkit dan mencari agama yang hakiki. Kisah cinta mereka romantis banget.

     Fisya diam-diam menyimpan rahasia besar. Penyakit itu, lupa namanya aku (hehe). Setelah Fisya lulus sidang, sebelumnya dia minta Pak Alif untuk berjanji akan memenuhi segala permintaannya. Fisya dengan siap mengajukan permintaan cerai. Perkara halal yang dibenci Allah. Pak Alif tentu aja enggak nerima ya. Alasan Fisya itu dia mau melanjutkan sekolah di Jerman dan dia tidak mau terlibat dalam pernikahan. Fisya berkata kalau dia itu pura-pura bahagia di depan Pak Alif.

     Akhirnya Pak Alif tau kebohongan Fisya. Fisya tidak melanjutkan ke Jerman. Tapi Pak Alif masih belum mengetahui kalau Fisya menyembunyikan penyakit yang diidapnya. Pak Alif akhirnya men-thalaq Fisya. Seketika itu, Fisya buta. Penyakitnya kambuh. Pak Alif tidak tau, dia meninggalkan Fisya begitu saja saat Fisya benar-benar menangis tersedu-sedu di lorong itu.

    Pak Alif diberi tahu Jidan tentang penyakit Fisya. Pak Alif itu masih cinta sama Fisya. Dia menghampiri kamar inap Fisya. Ya, Fisya buta sementara. 

Bagaimana kelanjutan mereka? Apakah yang akan dilakukan Pak Alif setelah mengetahui Fisya dengan keadaan yang seperti itu? Abadikah cinta mereka?

Baca sendiri :v

9 komentar:

  1. Oiya iya, ini cerita ada di perpustakaan wattpadku, tapi kecewa karena ceritanya dah dihapus dan cuman ada satu bab aja kayaknya-_-

    BalasHapus
  2. Bagus mana sm filmnya ya? Kalo dari cerita novelnya, agak2 gak masuk akal kek nya... Hehe... Gak semudah itu minta cerai cuma buat mw sekolah ke luar negeri. Kek nya mending filmnya, yg pak alif nya kira kalo fisya nya gak cinta2 amat krn msh kepikiran jidan... Berarti klo di novel, abi nya bukan nikah sm mantan istri kakak nya ya? Agak2 gak masuk akal jg ini, klo umi-nya nyuruh abi-nya nikah lahi cuma krn ada perempuan ngandung anak kembar. So what gitu loh... Segitu gampang nya nyuruh laki buat merit egein... Haha... Tukang komen y aq... Afwan... Hehe... Salam kenal yach^-^

    BalasHapus
  3. btw aku langsung nonton filmnya, dan baru tau itu dari wattpad tapi pas mau baca di wattpad keburu ditutup karna proses penerbitan... ya alhasil aku gak sempet baca deh. kyaknya rame an baca bukunya deh dari pada nonton

    BalasHapus
  4. Buat film lanjutan film yg pertama dong,endinya film pertama kurang bahagia

    BalasHapus
  5. Menurut saya lebih menarik novelnya soalnya saya udh sempat baca novelnya dan itu tu buat saya nangis bacanya, terus saya penasaran sama film nya ternyata nggk wah novelnya.

    BalasHapus
  6. filmnya nggk sewah novelnya mksdnya

    BalasHapus
  7. Kalo menurutku sih, lebih seru dinovelnya karena kalo yang difilm ada adegan yang dipotong2,lebih ngena di novel daripada difilm

    BalasHapus
  8. Kalo menurutku sih, lebih seru dinovelnya karena kalo yang difilm ada adegan yang dipotong2,lebih ngena di novel daripada difilm

    BalasHapus